Muslimah

Ukhti… Apakah Engkau Menginginkan Kebahagiaan ?


mawar biruUkhti… Apakah Engkau Menginginkan Kebahagiaan ?

oleh

Ummu Abdillah As-Salafiyyah

 

Segala Puji bagi Allah Azza Wa Jalla dan cukuplah pujian itu diperuntukkan kepada-Nya. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah atas para Hamba-Nya yang terpilih.. amma ba’du :

Saudariku Muslimah..

Apakah Engkau menginginkan kebahagiaan ? Apakah engkau menginginkan ketenangan ? Apakah engkau menginginkan kemapanan ? Apakah engkau menginginkan hal itu semuanya didunia dan diakhirat ?

Sesungguhnya kebahagiaan itu wahai saudariku Muslimah, semuanya ada dalam ketaatan kepada Allah. Kebahagiaan seluruhnya ada didalam meniti diatas Manhaj Allah dan dijalan Rasulullah. Allah berfirman :

 

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

“Dan Barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, Maka Sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (Al Ahzab : 71)

Sesungguhnya kesengsaraan (kemalangan) seluruhnya ada dalam kemaksiatan kepada Allah dan kebinasaan seluruhnya ada pada selain Manhaj (jalan) Allah dan Rasul-Nya. Allah berfirman ;

 

وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلالا مُبِينًا

“Dan Barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya Maka sungguhlah Dia telah sesat, sesat yang nyata.” (Al Ahzab :36)

Saudariku Muslimah..

Dengan suara yang mencintai dan mengasihi, dengan ucapan orang yang memberi nasehat dan memberi peringatan, aku mengajakmu kepada ketaqwaan kepada Allah kemudian aku mengajakmu untuk kedua kalinya agar engkau memuji Allah yang telah memberikan nikmat iman dan Al Qur’an.

Allah telah memuliakanmu, mensucikanmu dan mengangkat kedudukanmu beberapa derajat. Tidak ada ajaran manapun yang lebih mengangkat derajat wanita selain ajaran Islam. Tidak hanya cukup demikian, bahkan Allah banyak menurunkan hukum-hukum yang khusus berkenaan dengan masalah wanita didalam kitab-Nya yang mulia. Sedangkan sebelum Islam, wanita dijadikan barang dagangan yang murah dan hina, bagaikan perhiasan yang tidak ada nilainya. Hina dimata walinya, hina dimata keluarganya, serta dihinakan oleh masyarakat yang dia hidup didalamnya. Oleh karena itu terkadang ia diperlakukan seperti binatang, bahkan perlakuan mereka terhadap binatang lebih baik daripada memperlakukan wanita.

Sesungguhnya engkau wahai saudariku Muslimah, tidak akan mendapatkan kemuliaanmu kecuali dalam agama ini, maka berpegang teguhlah engkau dengan (agama ini) dan dengarlah firman Allah yang telah menceritakan kisah orang terdahulu, mestilah engkau selalu mengingat agar engkau memuji Allah atas kenikmatan yang engkau dapatkan. Allah berfirman :

 

وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُمْ بِالأنْثَى ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ يَتَوَارَى مِنَ الْقَوْمِ مِنْ سُوءِ مَا بُشِّرَ بِهِ أَيُمْسِكُهُ عَلَى هُونٍ أَمْ يَدُسُّهُ فِي التُّرَابِ أَلا سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ

“Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan Dia sangat marah. Ia Menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah Dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup) ?. ketahuilah, Alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.” (An Nahl :58-59)

Memang pada zaman jahiliyyah sebelum Islam, benar-benar telah terjadi pembunuhan anak perempuan, bahkan kadang menguburnya hidup-hidup. Sehingga Islam datang sebagai rahmat bagi alam semesta, mewasiatkan untuk mendidik anak-anak perempuan dan memelihara mereka, serta menjadi pahala yang besar bagi orang yang melaksanakan hal itu.

Ingatlah kemudian wahai Ukhti Islam pujilah Allah yang telah memberi hidayah kepadamu pada agama ini, yang telah memuliakanmu, menghormatimu dan mengangkat kedudukanmu dengan agama ini, disaat wanita-wanita selainmu dialam ini telah tersesat. Kemudian berpegang teguhlah engkau dengan tali yang kuat tersebut (agama Islam), sesungguhnya itu adalah merupakan satu-satunya sandaran, meskipun sandaran-sandaran lain mengkhianatimu. Ketahuilah bahwa sesungguhnya engkau akan ditimpa adzab (siksaan) Allah jika engkau tidak tunduk pada perintah-perintah Allah, berhendti adri batasan-batasan dan menjauhi larangan-Nya.

Saudariku Muslimah..

Sesungguhnya musuh-musuhmu banyak sekali dan sesungguhnya orang yang ingin memanfaatkanmu dalam upaya meruntuhkan agama, rasa malu dan keutamaan banyak sekali, dan boleh jadi mereka itu dari kalangan kita sendiri.

Salah seorang diantara mereka (musuh-musuh Islam) berkata : “Tidaklah keadaan negeri timur menjadi makmur melainkan apabila seorang pemudi melepas hijabnya dan membenamkan (menguburkan) Al Qur’an dengannya!”

Sesungguhnya dengan hal itu mereka ingin mengeluarkanmu menuju kesengsaraan dan kebinasaan, mereka mengajakmu menuju neraka jahannam. Maka jika engkau menyambut mereka, mereka akan melemparkanmu ke dalamnya. Mereka ingin agar engkau menjadi wanita durhaka, yang berbuat fasiq dan membuka aurat.

Mereka berusaha menggiringmu. Mereka menunggumu dengan sangat sabar agar engkau melepas pakaian muslimah serta melepas hijab dengan segala konsekuensinya, yaitu melepaskan keimanan, rasa malu dan kesucian, kemudian engkau akan meninggalkan kewajiban-kewajiban lainnya. Pada saat itu, perbuatanmu tersebut menyenangkan mereka (para musuh ), mereka mempermainkanmu seperti anak-anak bermain-main dengan bola, dan mereka mempermainkanmu seperti anjing-anjing bermain-main dengan bangkai, semoga Allah menjagamu dari mereka.

Saudariku Muslimah..

Apa sikapmu terhadap mereka ? sesungguhnya sikap yang ditunggu darimu adalah berpegang teguh pada agama Allah, berjalan diatas rel batasan-batasan-Nya dan tidak menyambut ajakan mereka.

Buatlah mereka menjadi marah, dengan tidak memperhatikan mereka dan mendengarkan mereka, buatlah mereka bersedih dengan keteguhanmu, berpegang pada agamamu, dengan rasa malu,u dan beriltizam dengan hijabmu.

Saudariku Muslimah..

Sesungguhnya sebagian wanita menggambarkan bahwa sufur adalah membuka  muka wanita saja, tidak..tidak ini saja. Sesungguhnya termasuk sufur adalah pakaian yang ketat, yang pendek dan yang tipis. Sesungguhnya termasuk sufur adalah memakai wangi-wangian ketika keluar menuju tempat-tempat yang didalamnya ada laki-laki. Sesungguhnya yang termasuk sufur adalah memakai pantalon. Apakah engaku tidak mendengat sabda Nabi Sholallahu Alaihi Wa Sallam :

صِنفَانِ مِن أَهلِ النَارِ لَم أَرَهُمَا , قَومٌ مَعَهُم سِيَاطٌ كَأَذنَابِ البَقَر يَضرِبُون بِهَا النَاسَ , وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ , مُمِيلاتُ مائِلاتُ , رُؤُوسُهُنَّ كَأَسنِمَةِ البُختِ المَائِلَة , لا يَدخُلنَ الجَنّة , وَلا يَجِدنَ رِيحَها , وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِن مَسِيرَةِ كَذَا و َكَذَا

“Dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihat keduanya, 1. Sekelompok orang yang memegang cemeti seperti ekor sapi, mereka memukul manusia dengannya 2. Perempuan-perempuan yang berpakaian tapi telanjang, berjalan berlenggak lenggok menjerumuskan (manusia kejurang kenistaan-pent), rambutnya seperti punuk unta, mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal bau surga tercium pada jarak demikian dan demikian” (HR.Muslim).

Ahlu Ilmi berkata : makna para wanita yang memakai pakaian tetapi telanjang adalah bahwa mereka memakai pakaian akan tetapi pakaian-pakaian itu ketat, tipis atau tidak menutupi seluruh badan.

Saudariku Muslimah..

Apakah engaku ridho menjadi penghuni neraka ?

Apakah engkau ridho memakai pakaian yang dengan pakaian itu engkau menanggalkan rasa malu ?

Apakah engkau ridho memamerkan dirimu seperti dipamerkannya barang dagangan, lalu setiap orang yang rendah dan hina akan selalu dihubungkan denganmu?

Tidak wahai pemudi Islam, aku tidak mengira engkau akan ridho dengan hal yang demikian itu, dan inilah adalah yang diharapkan darimu.

Saudariku Muslimah..

Agamamu adalah bentengmu yang amat kokoh, untuk memelihara kesucianmu, rasa malumu dan kemuliaanmu. Agamamu memerintahkan untuk berhijab dan memiliki rasa malu. Kapan saja engkau meninggalkan perintah ini, maka engkau akan ditimpa adzab Allah di akhirat sedangkan didunia engkau menjadi mangsa serigala-serigala manusia yang ingin mencuri kesucianmu agar engkau merasakan kesusahan dan kesedihan sepanjang hidup. Akan tetapi sebagian Akhwat (saudara-saudara perempuan) semoga Allah memberikan hidayah kepada mereka- telah mendengar seruan serigala-serigala itu, tetapi malah bekerja untuk mereka, keadaan mereka (Akhwat) seperti perkataan para penyair :

Kambing digiring menuju kematian

Dia berjalan dan mengembik menuju para penyembelih

Saudariku Muslimah..

Wahai wanita yang beriman kepada Allah, wahai wanita yang menutup auratnya dengan penutup yang Allah syari’atkan, waspadalah.! Waspadalah dari ketergelinciran, sesungguhnya ketergelinciran akan mengantarkan kepada neraka, dan neraka adalah seburuk-buruk tempat kembali. Waspadalah! Waspadalah dari menyerupai wanita-wanita kafir, sesungguhnya barangsiapa menyerupai suatu kaum maka dia termasuk golongan mereka.

Saudariku Muslimah..

Seorang wanita yang berkedudukan tinggi, engkau seorang wanita yang mulia dan engkau seorang wanita yang suci. Kedudukanmu tinggi karena Al Qur’an, engkau mulia karena iman dan suci karena engkau berpegang teguh pada agama ini. Maka bagaimana mungkin seorang wanita yang suci mengekor wanita yang najis ?

Saudariku Muslimah..

Sesungguhnya kami –demi Allah- benar-benar merasa heran terhadap pemudi yang mendengar sabda Rasulullah ” Dua golongan ahli neraka..” (al hadits) kemudian tetap senantiasa memakai pakaian yang ketat, tipis dan menyingkap (membuka) wajah dan sebagian tempat-tempat fitnah lainnya.

Maka wahai wanita Muslimah yang sholat dan sujud, wahai orang yang menundukkan kepalamu kepada Dzat (Allah) Yang Maha Hidup dan terus menerus mengurus makhluq-Nya, dan menundukkan pendengaran dan penghilangan untuk-Nya, apakah tidak cukup bagimu hadits Rasulullah tadi sebagai larangan ? demi Allah itu adalah larangan yang sangat keras. Jika diberikan pada gunung-gunung yang kokoh, tentu gunung-gunung itu akan berantakan, kerugian apakah yang lebih besar daripada diharamkannya masuk surga yang penuh kenikmatan ? dan tinggal ditingkatan-tingkatan neraka Jahim?

Saudariku Muslimah..

Takutlah engkau kepada Allah dan laksanakanlah tugas-tugas yang Dia wajibkan kepadamu. Apabila hatimu mengeras maka ingatlah bencana itu akan datang, sesungguhnya itu adalah maut yang pasti terjadi.

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلا مَتَاعُ الْغُرُور

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. dan Sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, Maka sungguh ia telah beruntung. kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” ( Ali Imran : 185 )

Ingatlah wahai wanita hamba Allah, pada hari dimana engkau diletakkan pada kuburan, dalam lubang yang gelap dan sepi itu. Ingatlah ketika sangkakala ditiup dan engkau dikumpulkan bersama para makhluk dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang dan kebingungan. Matahari benar-benar akan dekat darimu kurang lebih satu mil, dan engkau akan dipanggil dengan namamu diantara para makhluk untuk dihisab.

Bagaimana keadaanmu ketika itu wahai hamba Allah ?

Dimana persiapanmu wahai wanita yang lalai ?

Berapa banyak ketergelinciran-ketergelinciran dalam kitabmu ?

Apakah mode-mode pakaian akan bermanfaat ketika itu ?

Apakah lagu, sinetron, film dan majalah-majalah (yang merusak) akan bermanfaat ?

Apakah barang-barang permata akan bermanfaat ?

Tidak demi Allah, hal itu tidak akan memberikan manfaat sedikitpun selamanya. Yang akan memberi manfaat pada saat itu hanyalah kebaikan, dan amal-amal sholih setelah mendapatkan rahmat dari Rabb bumi dan langit.

Ingatlah.. maka bertaqwalah kepada Allah wahai putri Islam,

Bertaqwalah kepada Allah wahai engkau yang keluar ke pasar-pasar dalam keadaan bertabarruj (memperlihatkan kecantikan) dan membuka muka.

Bertaqwalah kepada Allah, wahai engkau yang memakai pakaian muslimah untuk perhiasan bukan untuk menutupi dan kesucian.

Bertaqwalah kepada Allah, wahai engkau yang bercampur baur dengan laki-laki. Bertaqwalah kepada Allah wahai engkau yang keluar rumah dalam keadaan memakai wangi-wangian menuju pasar-pasar dan jalan-jalan.

Bertaqwalah kepada Allah wahai engkau yang menawarkan dirimu untuk berkhalwat (menyendiri) dengan laki-laki asing

لا يخلون رجل بامرأة إلا كان ثا لثهما الشيطان

“Tidaklah seorang laki-laki bersepi-sepi (berduaan) dengan seorang wanita melainkan setan menjadi orang yang ketiga (diantara keduanya)” (HR Tirmidzi)

Bertaqwalah kepada Allah wahai engkau yang mendidik anak-anakmu dengan pendidikan yang tidak baik/benar. Engkau tidak mengingatkan mereka dengan ketaatan kepada Allah, tidak menasehati mereka dan tidak menunjukkan kepada mereka apa-apa yang dapat memberikan manfaat pada mereka di dunia dan di akhirat.

Bertaqwalah kepada Allah dan jagalah dirimu dari menjadi barang mainan ditangan orang-orang yang lemah iman.

Bertaqwalah kepada Allah dan kembalilah kepada petunjuk sebelum datang suatu hari yang apda hari itu hati-hati dan pandangan-pandangan (mata) dibalikkan. Ketahuilah bahwa adzab Allah sangat keras, dan sesungguhnya engkau –demi Allah- tidak akan kuat merasakan adzab neraka.

Sesungguhnya gunung-gunung jika dilewatkan pada neraka maka dia akan meleleh karena kuatnya panas neraka. Maka dimana engkau wahai wanita yang lemah dibandingkan dengan gunung-gunung yang perkasa dan kokoh ? sesungguhnya engkau mampu bersabar atas lapar dan haus dan engkau mampu bersabar atas bahaya, akan tetapi demi Allah yang tidak ada ilah yang berhak disembah selain Dia, tidak ada kesabaran bagimu terhadap neraka.

Ingatlah, maka selamatkanlah dirimu dari neraka sebelum terlambat. Ketahuilah bahwa dunia itu pasti akan berlalu dan akhirat adalah tempat yang kekal dan bahwa terbongkarnya kejelekan-kejelekan (aib-aib) dihadapan seluruh manusia dihari pembalasan adalah peristiwa yang sangat besar. Maka bertaqwalah engkau kepada Allah, kemudian bertaqwalah engkau kepada Allah wahai hamba Allah !

Semoga Allah memberikanmu taufiq kepada apa-apa yng dicintai dan diridho oleh-Nya, dan semoga Allah memberikan manfaat kepadamu dari apa-apa yang engkau dengar dan engkau baca dan semoga Allah menjadikannya sebagai pendukung bagimu bukan bumerang atasmu.

Semoga Allah memberikan sholawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad Alaihi Sholatu Wa Sallam, keluarganya dan seluruh sahabatnya..

——————

Diterjemahkan dari buletin dakwah Daar al Wathan Riyadh ditulis ulang dari majalah As Sunnah Edisi 08/Tahun V/1422H/2001M

One thought on “Ukhti… Apakah Engkau Menginginkan Kebahagiaan ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s