Fiqh Islam

Luruskan Shaff…!!!


shaffLURUSKAN SHAFF .. !!!

Oleh

Al Akh Abu Aisyah Al Jauzaa’

—————————————————————————————————————————-

Fenomena semakin terasingnya Sunnah dapat kita saksikan dalam keseharian kita. Kita saksikan dalam sholat kaum muslimin beberapa Sunnah telah dilupakan. Hal ini adalah Sunnatullah ketika kaum muslimin malas untuk menuntut ilmu Syar’i maka kebodohan akan menguasai mereka. Salah satu sunnah yang sering dilupakan adalah masalah Shaff sholat berjamaah. Kita saksikan bersama kebanyakan Shaff kaum muslimin renggang dan tidak rapat. Padahal tidak jarang sebelum sholat Imam sudah mengingatkan agar shaff diluruskan dan dirapatkan. Mereka seringkali menganggap remeh dalam masalah ini. Maka untuk menghidupkan Sunnah maka ana hadirkan sedikit pembahasan tentang masalah Shaff Sholat. Mari kita ikuti uraian yang singkat tapi jelas.

Banyak sekali dalil yang memberikan penjelasan tentang wajibnya untuk meluruskan dan merapatkan shaff, diantaranya adalah sebagai berikut :


1. Nash yang menggunakan bentuk kata kerja perintah (fi’lul-amr). Diantaranya adalah :

a. Menggunakan kalimat [أحسنوا إقامة الصفوف في الصلاة] = “Baguskanlah dalam menegakkan shaff dalam shalat”.


Dari Abi Hurairah radliyallaahu ‘anhu, bahwasannya Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :

أحسنوا إقامة الصفوف في الصلا ة خير صفوف الرجال في الصلاة أولها وشرها آخرها وخير صفوف النساء في الصلاة آخرها وشرها أولها

“Baguskanlah dalam menegakkan shaff dalam shalat. Sebaik-baik shaff laki-laki dalam shalat (berjama’ah) adalah yang (menempati) shaff pertama dan yang paling jelek adalah yang paling akhirnya. Dan sebaik-baik shaff para wanita dalam shalat (berjama’ah) adalah yang paling akhir dan yang paling jelek adalah yang (menempati) shaff pertama”. (HR. Ahmad dalam Musnadnya, serta dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wat-Tarhib nomor 499)


b. Menggunakan kalimat [
سووا صفوفكم] = “Luruskan shaff kalian”.


Dari Anas bin Malik radliyallaahu ‘anhu ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam :

سووا صفوفكم فإن تسوية الصف من تمام الصلاة

“Luruskan shaff kalian karena lurusnya shaff merupakan bagian dari kesempurnaan shalat (berjama’ah)” (HR. Muslim nomor 433).

c. Menggunakan kalimat [أقيموا صفوفكم وتراصوا] = “Luruskan dan rapatkan shaff kalian”.

Dari Anas ia berkata : Telah ditegakkan shalat berjama’ah (iqamat), kemudian Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam berbalik menghadap kami dan bersabda :

أقيموا صفوفكم وتراصوا فإني أراكم من وراء ظهري

“Luruskan dan rapatkan shaff kalian karena aku dapat melihat kalian dari balik punggungku” (HR. Bukhari nomor 719).

d. Menggunakan kalimat [رصوا صفوفكم وقاربوا بينها وحاذوا بالأعناق] = “Rapatkanlah shaff kalian, dekatkanlah antar shaff, dan ratakanlah leher kalian”.

Dari Anas bin Malik radliyallaahu ‘anhu dari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bahwasannya beliau bersabda :

رصوا صفوفكم وقاربوا بينها وحاذوا بالأعناق فو الذي نفسي بيده إني لأرى الشيطان يدخل من خلل الصف كأنها الحذف

“Rapatkanlah shaff kalian, dekatkanlah antar shaff, dan ratakanlah leher kalian. Demi Dzat yang jiwaku di dalam genggaman tangan-Nya, sungguh aku melihat syaithan menyusup di sela-sela shaff seperti anak kambing” (HR. Abu Dawud nomor 667 dan Nasa’i nomor 815; dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud nomor 621 dan Shahih At-Targhib wat-Tarhib nomor 494).

e. Menggunakan kalimat [استووا ولا تختلفوا] = “Luruskanlah (shaff kalian) dan jangan bercerai-berai”.

Dari Abu Mas’ud radliyallaahu ‘anhu ia berkata : Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :

استووا ولا تختلفوا فتختلف قلوبكم

“Luruskanlah (shaff kalian) dan jangan bercerai-berai sehingga akan tercerai berai hati kalian” (HR. Muslim nomor 432).


f. Menggunakan kalimat [
أقيموا الصفوف] = “Tegakkanlah shaff-shaff”; dan [وحاذوا بين المناكب وسدوا الخلل ولينوا في أيدي إخوانكم] = “Rapatkanlah bahu-bahu, tutuplah celah-celah, dan berlemah-lembutlah terhadap saudara kalian”.

Dari Ibnu ‘Umar radliyallaahu ‘anhuma bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :

أقيموا الصفوف فإنما تصفون بصفوف الملائكة وحاذوا بين المناكب وسدوا الخلل ولينوا في أيدي إخوانكم ولا تذروا فرجات للشيطان ومن وصل صفا وصله الله تبارك وتعالى ومن قطع صفا قطعه الله

“Tegakkanlah shaff-shaff, sesungguhnya apabila kalian melaksanakannya, maka itu seperti shaf-shaf malaikat. Rapatkanlah bahu-bahu, tutuplah celah-celah, dan berlemah-lembutlah terhadap saudara kalian, serta jangan biarkan ada celah untuk syaithan. Barangsiapa menyambung shaff, Allah akan menyambung hubungan dengannya. Barangsiapa memutuskan shaff, maka Allah akan memutuskan hubungan dengannya” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan An-Nasa’i; serta dishahihkan Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud nomor 620 dan Shahih At-Targhib wat-Tarhib nomor 495).


2. Nash-nash yang menggunakan kata kerja yang disertai Lamul-amr (huruf lam yang memberikan makna perintah), seperti :


a. Dari An-Nu’man bin Basyir radliyallaahu ‘anhu bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :

لتسون صفوفكم أو ليخالفن الله بين وجوهكم

“Hendaklah kalian meluruskan dan merapatkan shaff kalian, atau Allah akan memalingkan diantara wajah-wajah kalian” (HR. Bukhari nomor 717 dan Muslim 436).


b. Dari An-Nu’man bin Basyir radliyallaahu ‘anhu bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :

لتقيمن صفوفكم أو ليخالفن الله بين قلوبكم

“Hendaklah kalian meluruskan dan merapatkan shaff atau Allah akan mencerai-beraikan hati kalian” (HR. Abu Dawud nomor 662; dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud nomor 616 dan Shahih At0Targhib wat-Tarhib nomor 516)


3. Nash-nash yang mengandung la an-nahiyyah (huruf
لا yang mengandung arti larangan), sedangkan larangan memberikan pengertian pengharaman kecuali terdapat qarinah (keterangan) yang menjelaskan ketidakharamannya. Qarinah yang ada justru menguatkan perintah beliau untuk meluruskan dan merapatkan shaff, bukan sebaliknya. Diantaranya terdapat beberapa hadits berikut :

a. لا تذروا فرجات للشيطان = “janganlah kalian biarkan terdapat celah untuk syaithan” (HR. HR. Ahmad, Abu Dawud, dan An-Nasa’i; serta dishahihkan Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud nomor 620 dan Shahih At-Targhib wat-Tarhib nomor 495).

b. تختلفوا فتختلف قلوبكم لا = “janganlah kalian bercerai-berai dalam (shaff) sehingga hati kalian akan tercerai-berai” (HR. Muslim nomor 432).

c. تختلف صدوركم فتختلف قلوبكم لا= “jangan sampai dada kalian tidak lurus, sehingga hati kalian akan tercerai berai” (HR. Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya nomor 1551 dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wat-Tarhib nomor 513).


d.
تختلف صفوفكم فتختلف قلوبكم لا = “jangan sampai shaff-shaff kalian bercerai-berai sehingga hati kalian akan tercerai berai” (HR. Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya nomor 1552 serta dishahihkan Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud nomor 620 dan Shahih At-Targhib wat-Tarhib nomor 495).

4. Kenyataan yang ada memberikan bukti bahwa shaff shalat yang tercerai-berai mengakibatkan tercerai-berainya hati dan wajah.


5. Sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam :
إياي والفرج ( “jauhkanlah aku dari celah-celah” ); yaitu celah di dalam shaff (HR. Thabrani dalam Al-kabir dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahiihah nomor 1757).

6. Penolakan dan pengingkaran shahabat Anas bin Malik radliyallaahu ‘anhu terhadap orang-orang yang tidak menegakkan shaff sebagaimana yang diriwayatkan oleh Busyair bin yasar Al-Anshari bahwa dia (Anas bin Malik radliyallaahu ‘anhu) dating ke Madinah, lalu ditanya,”Apa yang engkau ingkari dari perbuatan kami sejak engkau bersama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam?”.

Dia menjawab :

ما أنكرت شيئا إلا أنكم لا تقيمون الصفوف

“Tidak ada yang aku ingkari kecuali kalian tidak lagi menegakkan shaff-shaff” (HR. Bukhari nomor 1724).

7. Allah mengancam akan memutuskan rahmat bagi orang-orang yang memutus barisan shaff sebagaimana terdapat dalam hadits Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam :

ومن وصل صفا وصله الله تبارك وتعالى ومن قطع صفا قطعه الله

“Dan barangsiapa yang menyambung shaff, Allah akan menyambungnya dan barangsiapa yang memutuskan shaff, maka Allah akan memutuskannya”.

Ancaman akan diputuskannya rahmat dari Allah tidak mungkin hanya disebabkan meninggalkan perkara yang mustahab (sunnah) saja, tetapi pasti merupakan perkara yang wajib.

8. ‘Umar (diriwayatkan oleh Bukhari dalam Shahihnya nomor 3700) dan Bilal (diriwayatkan oleh Abdurrazzaq 2/47/2435 dan Ibnu Abi Syaibah 3534. Lihat juga Al-Fath 2/210) radliyallaahu ‘anhuma memukul kaki orang-orang yang tidak meluruskan shaff. Ibnu Hazm berkata : “Umar dan Bilal radliyallaahu ‘anhuma tidak mungkin memukul kaki seseorang jika hanya meninggalkan sesuatu yang tidak wajib”.

9. Anas bin Malik radliyallaahu ‘anhu menyerupakan orang-orang yang tidak meluruskan shaff dengan keledai liar, sebagaimana atsar shahih dalam Shahih Bukhari.

Itulah sebagian penjelasan mengenai wajibnya merapatkan dan meluruskan shaff dalam shalat berjama’ah. Wallaahu a’lam.

Mengingat begitu pentingnya masalah ini maka perhatikanlah wahai kaum muslimin…!!


———————————————-
Content Thread di atas ana ambil dari kitab :
تسوية الصفوف وأثرها في حياة الأمة karangan Syaikh Husain bin ‘Audah Al-‘Awaisyah hafidhahullah dengan sedikit perubahan dari ana.

Dikutip dari Forum MyQuran

4 thoughts on “Luruskan Shaff…!!!

  1. masalah shaff di masjid2 yang sering renggang juga diakibatkan oleh dipakainya sajadah perorangan yang dibawa mulai rumah. pemakaian sajadah ini mengakibatkan batas barisan menjadi terlihat jelas. sebab orang kita kebanyakan menganggap wilayah shalatnya sebesar sajadah punya dirinya. nah yang jadi masalah besar sering orang ke masjid membawa sajadah yang lebar akibatnya lebar pula lah jarak antar barisan. demikian sedikit analisis shaff shalat yang saya lihat sehari-hari

  2. perlu juga saat sholat berjamaah kita memakai pakaian yang bersih dan rapi serta jangan lupa utk memakai minyak wangi, biar sesuai sunnah dan saudara kita pun jadi tidak enggan untuk merapatkan badannya ke kita…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s