Adab & Akhlak · Nasehat

Terimalah Nasehatku Duhai Sahabat.. !!


books

Terimalah Nasehatku Duhai Sahabat.. !!

Oleh

Abu Aufa Muhammad Mahfud Al Jawy
___________________________________________________________

Adalah kewajiban bagi setiap muslim untuk saling menasehati sesamanya. Dengan nasehat itulah maka seorang muslim bisa senantiasa berjalan diatas batas-batas yang telah ditentukan oleh Allah. Dengan nasehat itulah maka akan tegak pilar-pilar penyangga ukhuwah. Seringkali nasehat yang terucap dengan tulus ikhlas menjadi hidangan yang sangat lezat bagi hati yang bersih, jiwa yang lembut dan pikiran yang tenang. Tapi tak jarang nasehat berupa kebenaran itu merupakan obat yang sangat pahit bagi hati yang keras, jiwa yang sakit dan pemikiran yang menyimpang. Tapi ketahuilah duhai sahabat bahwa sepahit-pahit nasehat berupa kebenaran maka itu bukanlah racun yang bisa membinasakanmu akan tetapi itu adalah obat yang dapat menyembuhkanmu dari penyakit yang sangat membahayakan berupa kerasnya hati dan lalainya jiwa akan keberanan.

Nasehat yang baik tentu tidak lepas dari apa hakekat isi dari nasehat tersebut. semakin baik sebuah isi nasehat maka dapat kita simpulkan bahwa nasehat tersebut adalah nasehat yang bermutu. Tidaklah sebuah nasehat dikatakan bermutu kecuali berasal dari perkataan dan ucapan yang baik. Dan ketahuilah duhai sahabat bahwa sebaik-baik perkataan adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Rasululllah Alaihi Sholatu Wa Sallam.

Dalam sebuah nasehat juga tidak bisa kita pisahkan dari orang yang memberikan nasehat tersebut, seringkali sebuah nasehat yang baik menjadi mentah karena orang yang memberikan nasehat tidak memperhatikan uslub atau cara dalam menyampaikan sebuah nasehat. ini menjadi penting karena biasanya ketika sebuah nasehat disampaikan dengan adab yang , maka sebagian besar nasehat yang baik itu akan masuk ke dalam relung hati yang paling dalam yang pada akhirnya nasehat tersebut menjadi cubitan kecil bagi hati-hati yang telah menyimpang.

Mengingat pentingnya masalah ini, penulis merasa perlu untuk sedikit menyampaikan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyampaikan sebuah nasehat. semoga yang sedikit ini bisa bermanfaat bagi kita semua terutama buat penulis yang faqir ini.

Pengertian Nasehat

Al Mau’izhah (nasehat) secara bahasa (etimologi) adalah asal kata kerja wa’azha. Ibnu Fariz Rahimahullah berkata : ” Al Wawu, al ‘Ainu, dan azh-zha’ adalah satu kata. Al Wa’zhu adalah menakut-nakuti dan al ‘izhah adalah kata bendanya 1)

Ibnu Manzhur Rahimahullah berkata الموعظة – لعظة – الوعظ adalah an-nashhu wa tadzkiir bil ‘awaqib (nasehat dan mengingatkan akan berakibat yang muncul). Ibnu Sayyidah berkata. ‘Ia adalah tindakanmu dalam mengingatkan seseorang dengan sesuatu yang membuat hatinya luluh seperti pahala dan siksa.’ 2)

Ar-Raghib al Ashfahani Rahimahullah berkata : ” Al Wa’zhu adalah sebuah ancaman yang disertai dengan hal menakut-nakuti. Al Khalil berkata, ‘Ia adalah tindakan mengingatkan dengan cara yang baik pada sesuatu yang meluluhkan hati’ 3)

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memberikan sebuah nasehat.

Ilmu

Keilmuan seseorang pemberi nasehat yang menjadi landasannya dalam setiap apa yang ia ucapkan akan membuat nasehatnya tersebut bersih dari munculnya hadits-hadits yang bathil dan kisah-kisah fiktif. Allah Azza Wa Jalla berfirman :

قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ

Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha suci Allah, dan aku tiada Termasuk orang-orang yang musyrik”. ( QS Yusuf : 108 )

Maka seyogyanya bagi seseorang yang memberikan nasehat harus paham dengan ilmunya mengenai apa yang ia perintahkan dari suatu perbuatan maupun suatu pencegahan. Hal ini tentu sangat masuk akal sekali. Bagaimana mungkin seseorang yang tidak berilmu bisa memberikan sebuah nasehat terhadap apa yang dia tidak ketahui. Ada Pepatah arab yang berbunyi kurang lebih : Seseorang yang tidak mempunyai sesuatu maka tidak bisa memberikan sesuatu.

Lemah-lembut dalam berdakwah

Sesungguhnya manusia suka akan kelemahlembutan dan wajah yang berseri, begitu pula hati akan menerima orang yang tidak sombong, sebaliknya hati akan menjauhi dari sebuah nasehat yang disampaikan secara kasar serta congkak. Maka perhatikanlah masalah ini duhai pemberi nasehat.., janganlah kebenaran itu ditolak gara-gara caramu yang kasar, tidak lemah lembut dan cenderung membuat orang itu takut akan kebenaran yang ada pada dirimu. Bertaqwalah kepada Allah, jika engkau belum bisa memberikan nasehat yang baik maka diamlah, sesungguhnya itu lebih baik bagimu. Simaklah ucapan-ucapan mulia dari para ulama berikut :

هذا العصر : عصر الرفق والصبر والحكمة ،وليس عصر الشدّة . الناس أكثرهم في جهل ، في غفلة وإيثار للدنيا ، فلا بدّ من الصبر ،ولا بدّ من الرفق ؛حتى تصل الدعوة ، وحتى يبلغ الناس ، وحتى يعلموا .ونسأل الله للجميع الهداية

Zaman ini adalah zaman kelembutan, kesabaran dan hikmah, bukanlah zaman kekerasan (kebengisan). Mayoritas manusia saat ini dalam keadaan jahil (bodoh), lalai dan lebih mementingkan duniawiyah. Maka haruslah sabar dan lemah lembut sampai dakwah ini tersampaikan dan sampai mereka mengetahuinya. Kami mohon petunjuk kepada Alloh untuk semuanya.”

(Majmu’ Fatawa Samahatul Imam Ibnu Bazz (Juz VIII, hal 376) dan (Juz X, hal. 91)

علينا أن نترفق في دعوتنا مع المخالفين ، وأن تكون من قوله تبارك وتعالى دائما و أبداً: ادع إلى سبيل ربك بالحكمة و الموعظة الحسنة و جادلهم بالتي هي أحسن وأول من يستحق أن نستعمل معه هذه الحكمة هو من كان أشد خصومة لنا في مبدئنا و في عقيدتنا؛ حتى لا نجمع بين ثقل دعوة الحق التي امتن الله عز و جل بها علينا و بين ثقل أسلوب الدعوة إلى الله عز و جل .

Wajib atas kita untuk berlemah lembut di dalam dakwah kita terhadap orang-orang yang menyelisihi kita, dan jadikan selalu firman Alloh Ta’ala berikut (sebagai pegangan) dan untuk selamanya :”Serulah mereka ke jalan Rabb-mu dengan hikmah dan nasehat yang baik, serta berdebatlah dengan mereka dengan cara yang lebih baik.” Dan mereka yang pertama lebih berhak untuk kita terapkan hikmah ini adalah mereka yang paling memusuhi kita di dalam dasar (mabda’) dan aqidah kita, hingga kita tidak menggabungkan antara beratnya dakwah yang haq yang Alloh memperteguh kita dengannya dengan beratnya cara (ushlub) kita berdakwah kepada Alloh Azza wa Jalla” ( Syaikh Albani Rahimahullah ) 4)

Berbicara dengan sesuatu yang dapat mereka pahami.

Hal ini juga perlu kita perhatikan dengan baik. Terkadang karena ilmu dan perbendaharaan kosakata kita yang cukup banyak lalu kita memberikan nasehat kepada manusia dengan bahasa dan perkataan yang sulit dipahami oleh mereka. Ketahuilah bahwa ini adalah kesalahan yang terkadang membuat manusia lari dan mendustakan kebenaran yang kita bawa.

Amirul Mukminin ‘Ali Radhiyallahu Anhu berkata :

” Berbicaralah kepada orang lain dengan apa yang mereka ketahui, apakah kamu ingin jika Allah dan rasul-Nya didustakan ?5 )

Ibnu Mas’ud Radhiyallahu Anhu berkata :

“Tidaklah kamu berbicara kepada suatu kaum dengan pembicaraan yang tidak dapat dipahami oleh akal mereka melainkan akan terjadi fitnah pada sebahagian mereka.” 6 )

Ibnul Jauzi Rahimahullah berkata :

“Di antara kekhawatiran terbesar adalah berbicara kepada orang awam dengan sesuatu yang tidak dapat dipahami oleh akal mereka atau dengan sesuatu yang meresap dalam jiwa yang berlawanan dengannya.” 7)

Dan ketahuilah bahwa sebaik-baik pemberi nasehat dalam hal ini adalah Uswatuna Muhammad Alaihi Sholatu Wa Sallam dimana nasehat dan ucapan beliau adalah jami’ul kalim (singkat, padat dan jelas).

Demikian sedikit Penjelasan tentang beberapa adab yang harus diperhatikan dalam memberikan nasehat sehingga nantinya nasehat yang kita sampaikan bisa diterima oleh manusia. semoga sedikit uraian dari saya bermanfaat bagi kita semua. Tak lupa penulis sampaikan bahwa segala kebenaran itu datangnya dari Allah, sedangkan kesalahan berasal dari saya pribadi dan dari syaithon. Wallahu A’lam.

—————–

1) Mu’jam Maqaayis al Lughah (IV/126) oleh Ibnu faris

2) Lisaanul ‘Arab (VII/466) oleh Ibnu Manzhur

3) Mu’jam Mufradaat al Faazhul Quraan, hal 564 oleh Ar Raghib al- Ashfahani

4) Mengutip dari website akhuna Abu Salma di http://abusalma.wordpress.com

5) HR Bukhari no 127

6) HR Muslim dalam Muqodimah Shahihnya

7) Shidul Khathiir hal 74


One thought on “Terimalah Nasehatku Duhai Sahabat.. !!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s