Nasehat

Jaga Ibadahmu !


Menjaga Ibadah

Oleh

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab bin Ali Al Yamani Al Wushobi Al Abdali

Wahai para penuntut ilmu! Wahai para alim ! wahai para da’i illallah ! Hati-hatilah kamu dari pintu ini, pintu yang akan dilalui oleh syaithon yaitu meremehkan ibadah. Mungkin dikarenakan sibuk dengan hafalan, mudzakarah muraja’ah, disibukkan dengan ilmu nahwu, ilmu mustholah, ilmu hadits, ilmu mawalid, ilmu fiqh, ilmu ushul fiqh, dan sebagainya.

Ingatlah, bahwa ilmu menyeru kepada amal shaleh, ilmu menyeru kepada ibadah, ilmu menyeru kepada taqwa, ilmu menyeru kepada istiqomah, dan ilmu menyeru kepada tawadhu’ Jika saja kamu tidak bisa mengambil manfaat dari ilmu yang kamu miliki, bagaimana lagi orang lain akan bisa mengambil manfaat dengan ilmumu ?

kamu menyia-nyiakan shalat dhuha, terkadang kamu menyia-nyiakan shalat witir, bahkan kamu terkadang tidak memperhatikan sholat sunnah sebelum dan sesudah shalat fardhu. tidak memperhatikan dzikir di waktu pagi dan petang, dan terkadang kamu tidak memperhatikan puasa-puasa sunnah.

Adapun penuntut ilmu yang baik dia akan banyak beristighfar, memuji Allah, banyak bertasbih kepada Allah, menjaga shalat dhuha, sholat witir dan shalat malam. Menjaga puasa sunnah dengan kesanggupannya. Menginfakkan ilmu yang telah diberikan oleh Allah atau harta bendanya atau waktunya. Tidaklah dia mencari dengan semua itu melainkan wajah Allah semata. Dia beramal dengan ilmunya, dia bersabar, dia lemah lembut, memaafkan, dia mengambil manfaat sebelum orang lain, mengambil manfaat dari ilmunya. Dia memulai dari dirinya sebelum memulai kepada orang lain.

Perhatikanlah ibadahmu jika kamu menginginkan Allah memberikan manfaat kepadamu, mengokohkan dirimu, dan menentramkan hatimu.

Bersemangatlah dalam menjalankan ketaatan dan ibadah. Jagalah shaf pertama (ketika shalat berjamaah dengan tidak berdesak-desakkan) jagalah shalat dhuha, shalat isyroq1), dan sholat istikharah kalau dibutuhkan. Jagalah shalat malam, puasa sunnah, dan puasa pada bulan syawal. Rasulullah bersabda:

من صام رمضان ثم أتبعه ستا من شوال كا ن كصيام الدهر

Artinya “Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan lalu dia mengiringinya dengan 6 hari pada bulan syawal, maka (ganjarannya) seperti puasa sepanjang tahun.” (HR Muslim dari Shahabat Abu Ayyub Al Anshary.)

Dan kalian mengetahui pula bagaimana Rasulullah. menganjurkan agar berpuasa pada hari Arafah 2), karena keutamaannya adalah dihapuskan dosanya yang telah lalu dan yang akan datang. Beliau menganjurkan untuk berpuasa Tasu’a 3) dan Asy Syura 4) -puasa pada hari kesepuluh dari bulan Muharram akan menghapus dosa setahun- dan bentuk amalan ketaatan lainnya.

Kamu dalam keadaan seperti ini lebih kaya dari orang lain karena kamu belajar dan beramal. Setiap kamu melewati satu ayat atau satu hadits, praktekkanlah dalam wujud amal. Jika terkait akidah maka yakinilah! jika terkait kewajiban maka kerjakan! jika terkait fadhoil amal maka bersemangatlah! Dan jika terkait dengan keharaman maka tinggalkan ! dan jika terkait dengan perkara yang dibenci oleh Allah maka bersihkan dirimu darinya!

————————–
1) Berdasarkan sabda Rasulullah artinya: Dari Anas bin Malik berkata: “Telah bersabda Rasulullah “Barang siapa yang sholat shubuh dengan berjamaah kemudian ia berdzikir kepada Allah sampai terbitnya matahari kemudian dia shalat dua rakaat pahalanya seperti dia berhaji atau umrah, sempurna, sempurna, sempurna.” HR. At-Tirmidzi no 591 dan dihasankan oleh Syaikh Albani di dalam kitab Shahih sunan At Tirmidzi no 480 dan di Al Misykat no 971 dan di dalam At Ta’liq Ar Raqib 1/164 dan 165

2) Berdasarkan sabda Rasulullah dari Abu Qatadah berkata “Rasulullah ditanya tentang puasa hari Arafah, beliau menjawab “Menghapus dosa setahun yang telah lewat dan yang akan datang.” HR. Muslim no: 1162

3) Puasa Tasu’a adalah puasa pada tanggal 9 Muharam. Berdasarkan sabda Rasulullah dari Ibnu Abbas berkata: “Telah bersabda Rasulullah: Kalau seandainya aku masih hidup pada tahun yang akan datang, niscaya saya akan berpuasa pada hari kesembilan (Muharram).”HR.Muslim no: 1134.

4) Puasa Asy Syura adalah puasa pada tanggal 10 Muharram berdasarkan hadits dari Abu Qatadah bahwa Rasulullah ditanya tentang puasa Asy Syura, lalu beliau berkata: “Menghapus dosa setahun yang telah lalu.” HR. Muslim no: 1162

——————-

Disalin dari buku عشرون النصيحة الطالب العلم و الد ا عي إلى الله yang sudah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia dengan judul ” 20 Mutiara Indah bagi penuntut Ilmu dan Da’i Ilallah “

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s