Nasehat

Hati-hati Fitnah Dunia


Berhati-hati dari Fitnah Dunia

Oleh

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab bin Ali Al Yamani Al Wushobi Al Abdali

Wahai para penuntut ilmu berhati-hatilah dari dunia. Hati-hati dari cinta dunia dan bergantungnya hatimu kepadanya. Sesungguhnya jika hati telah bergantung kepada dunia dan cinta kepada harta, akan sangat cepat tertipu dan cepat pula hilangnya ilmu dalam kehidupan dunia yang fana (binasa) dan terkutuk ini. Sebagaimana penjelasan Rasulullah صلىالله عليه و سلم dalam sabda beliau

االدنيا ملعونة وملعون ما فيها إلا ذكرالله وما والاه وعا لمن ومتعلما

“Dunia ini terlaknat dan dilaknat apa-apa yang ada padanya, kecuali dzikir kepada Allah ketaatan kepada-Nya, orang yang berilmu, dan orang yang belajar ilmu.”  (HR At Tirmidzi dan Ibnu Majah dari shahabat Abu Hurairah)

Allah berfirman:

إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ فَلا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ

“Sesungguhnya janji Allah adalah benar, Maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah. ( QS Luqman : 33 )

فَلا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ

” Maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu “ ( QS. Faathir : 5 )

Rasulullah bersabda:

فا تقواالدنيا واتقواالنساء

ِِِArtinya: “Maka takutlah kalian kepada dunia dan takutlah kalian kepada wanita. (HR. Muslim dari shahabat Abu Sa’id Al Khudry)

Berhati-hatilah kalian dari fitnah dunia dan jangan sekali-kali hati kalian bergantung kepadanya. Bukan berarti bahwa kalian tidak boleh makan, minum, dan berjual beli. Tentu hal demikian itu mesti kita butuhkan, akan tetapi maksudnya adalah jangan sekali-kali hati kalian bergantung kepadanya.
Berhati-hatilah, janganlah kalian tenggelam dalam kehidupan dunia, karena banyak orang yang berbuat demikian akhirnya menyia-nyiakan agamanya, kecuali orang-orang yang dirahmati Allah
Diriwayatkan dalam kitab Sunan Ibnu Majah dengan sanad yang hasan dari hadits Abu Darda beliau berkata: “Rasulullah ketika kami sedang memperbincangkan masalah kefakiran yang menakutkan kami, beliau bersabda:

Artinya: “Apakah kefakiran yang kalian takuti?. Demi Dzat yang jiwaku ada ditanganNya, sungguh benar-benar akan dituangkan kepada kalian dunia ini dengan satu kali tuangan sehingga tidak menyeleweng kati kalian ketika lalai melainkan karenanya. Demi Allah sungguh aku telah meninggalkan kalian di atas hujjah yang putih bersih, malam sama dengan siangnya.” Abu Darda berkata: “Ya, demi Allah, sungguh Rasulullah telah meninggalkan kita di atas hujjah yang putih, malam sama dengan siangnya.

Berhati-hatilah, janganlah kita bergantung dunia, karena barangsiapa yang melakukan demikian akan menjadikan hatinya menyeIeweng. Sebagaimana sabda Rasulullah :

Tidaklah menyelewengkan hati seseorang bilai lalai melainkan dunia “

Demikian pula sabda Rasulullah :

ماالفقرأخشى عليكم ولكن أخشى عليكم الدنيا .

ِArtinya: “Bukanlah kefakiran yang aku khawatirkan atas kalian akan tetapi yang aku khawatirkan atas kalian adalah dunia.” (HR Bukhari dan Muslim dari shahabat ‘Amr bin Auf)

Beliau juga bersabda:

ماالشرك أخشى عليكم ولكن أخشى عليكم زهرة الحياة الدنيا

ِArtinya: “Bukanlah kesyirikan yang aku khawatirkan atas kalian akan tetapi yang aku khawatirkan atas kalian adalah perhiasan kehidupan dunia.” (HR Bukhari dan selain beliau ) 5)

Berhati-hatilah kamu, karena tidak akan berkumpul pada diri seseorang cinta kepada ilmu dan cinta kepada dunia. Namun, yang terjadi adalah apabila cinta dunia mendominasi, maka cinta kepada ilmu akan menyingkir, begitupun sebaliknya. Maka jika cintamu terhadap dunia mendominasi pada dirimu, kamu pasti akan meninggalkan ilmu, dan kamu akan menyia-nyiakan dirimu.6)

Betapa banyak orang yang telah hilang sia-sia padahal dulunya mereka adalah penuntut ilmu, bahkan diantara mereka ada yang telah menghafal ratusan hadits, tapi kemudian ia bergantung kepada dunia, akhirnya hilang dan menjadi orang yang tidak berguna.

————–
5) Hadits ini diriwayatkan oleh imam Bukhari didalam Shahih beliau no 6169 dan Imam Muslim no 2296 dari shahabat ‘Uqbah bin ‘Amir. Adapun riwayat dengan lafadz ماالشرك Wallahu a’lam tidak terdapat dalam lafadz keduanya. Atau mungkin salah dalam mendengarnya, yang ada adalah lafadz diatas.
6) Syaikh Muhammad Ali Imam berkata: “Masuk ke dalam dunia adalah mudah sekali, tetapi keluar darinya sungguh sangat sulit.”

———–

Disalin dari buku عشرون النصيحة الطالب العلم و الد ا عي إلى الله yang sudah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia dengan judul ” 20 Mutiara Indah bagi penuntut Ilmu dan Da’i Ilallah “

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s