Doa dan DzikirJudul buku : Doa dan Wirid Mengobati Guna-guna dan Sihir Menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah

Penyusun : Yazid Abdul Qadir Jawas

Penerbit : Pustaka Imam Asy-Syafi’i

Tahun cetakan : (Cetakan II) Sya’ban 1423 H, (cetakan I) Muharam 1423H/2002

kuran buku : 17,5 cm, 315 halaman

Harga : +/- Rp 24.000,-

Deskripsi :

Buku ini sebenarnya adalah cetakan ke dua atau edisi revisi, meskipun secara eskplisit tidak disebutkan oleh penerbitnya. Cetakan pertama yang diterbitkan pada bulan Muharam tahun yang sama dengan harga Rp. 18.000,- telah habis di pasaran, kemudian penerbit rupanya berinisiatif menerbitkan kembali dengan beberapa tambahan yang tidak ada pada cetakan pertama. Ada pun untuk melukiskan tentang kandungannya mungkin kita bisa mencukupkan dengan apa yang diutarakan oleh penerbit dalam kata pengantarnya sebagai berikut.

Pentingnya do’a tidak diragukan lagi. Setiap orang pasti membutuhkan untuk berdo’a, baik untuk menolak sesuatu yang tidak disukai, atau pun mendatangkan sesuatu yang disenangi.

Mengingat pentingnya do’a maka hal ini semakin mendorong orang untuk lebih meningkatkan do’anya, terutama ketika seorang atau sekelompok orang merasakan do’anya seakan-akan tidak dikabulkan.

Pertanyaannya, kenapa suatu do’a itu tidak dikabulkan, padahal Allah telah menyatakan dalam Al-Qur’an:

“… Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Ku perkenankan bagimu …” (Al-Mukmin: 60).

Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, dari hadits Tsauban:
“Tidak ada yang dapat mencegah takdir kecuali do’a, tidak ada yang dapat memberi tambahan pada umur kecuali kebaikan, dan seseorang benar-benar dihalangi dari rezeki disebabkan oleh dosa yang diperbuatnya.” (HSR Al-Hakim 1/493)

Pada hakekatnya kualitas do’a tergantung kepada bacaan do’a itu sendiri, kesungguhan, serta keikhlasan orang yang mengucapkannya, juga tidak adanya penghalang yang menyebabkan do’a itu tertolak, seperti dari faktor pakaian, makanan, perbuatan, dan minuman yang haram.

Sebuah do’a akan dikabulkan apabila dilakukan dengan tata cara yang benar, dilakukan di waktu-waktu yang tepat, dan apabila bersumber dari Al-Qur’an dan as-Sunnah.

Buku ini disusun untuk menuntun pembaca kepada tata cara dan juga bentuk-bentuk do’a yang sesuai dengan Al-Qur’an dan as-Sunnah. Inilah kelebihan buku ini, selanjutnya tergantung bagaimana pembaca mengamalkannya.

Selain itu buku ini juga dilengkapi dengan do’a dan dzikir sehari-hari yang dibutuhkan oleh setiap muslim, antara lain; Dzikir pagi dan petang, do’a dan dzikir waktu shalat, dzikir ba’da shalat, do’a seputar haji dan umrah, dan seterusnya. Demikian dari penerbit.

Selanjutnya mungkin ada yang hendak bertanya seiring dengan harganya yang lebih mahal, dimana letak perbedaan buku ini dengan buku Hisnul Muslim min Adzkaaril Kitab Was sunnah karya Said bin Ali Wahf Al-Qhthani (Edisi Indonesia: Kumpulan do’a dalam Al Qur’an & Hadits, Duta Ilmu, Rp 5.000,- ). Maka dapat disebutkan diantaranya bahwa dalam buku ini dicantumkan pasal-pasal yang berkaitan dengan do’a selain bacaan itu sendiri (yang tidak tercantum di buku Hisnul Muslim) seperti:

Keutamaan do’a

Manfaat do’a dan dzikir

Adab dan sebab terkabulnya do’a, seperti cara mengangkat tangan dalam do’a, mengusap muka, dan beberapa hal lain

Waktu, keadaan dan tempat dikabulkannya do’a

Penghalang terkabulnya do’a

Juga terdapat beberapa pasal do’a yang tidak tercantum di Hisnul Muslim, disamping yang paling nyata yakni terdapat pasal Ruqyah, mengobati guna-guna, sihir dan penyakit lainnya.

Namun demikian keduanya saling melengkapi, dan tidak ada salahnya bila kita punya kedua buku tersebut untuk menyertai perjalanan hidup kita karena dzikir dan do’a adalah makanan hati yang bermanfaat dan merupakan satu sebab hidupnya hati.

Dari: At-Taqwa Online

About these ads